DAMPAK TINGKAT PENGANGGURAN GENERASI Z TERHADAP PEREKONOMIAN INDONEISA
NAMA : CHRISTOPEL P.S
NIM : 23010048
DAMPAK TINGKAT PENGANGGURAN GENERASI Z TERHADAP PEREKONOMIAN INDONEISA
Pendahuluan
Indonesia, sebagai negara dengan populasi
terbesar keempat di dunia, memiliki kekuatan demografis yang luar biasa.
Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, kini mulai memasuki
dunia kerja dan berperan signifikan dalam perekonomian. Namun, tantangan
yang dihadapi oleh generasi ini, terutama tingkat pengangguran yang cukup
tinggi, memberikan dampak yang kompleks terhadap ekonomi nasional.
Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan Generasi Z bukan hanya
masalah individu, tetapi juga menjadi isu struktural yang mempengaruhi
berbagai aspek perekonomian. Pengangguran di usia produktif dapat
menurunkan produktivitas nasional, mengurangi pendapatan per kapita, dan
meningkatkan beban sosial yang harus dain itu, ketidakmamitanggung oleh
pemerintah. Selpuan generasi muda untuk berkontribusi secara optimal dalam
ekonomi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan
menghambat inovasi serta perkembangan teknologi.
Dalam konteks Indonesia, faktor-faktor seperti ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja dan kebutuhan industri, perubahan teknologi yang cepat, serta tantangan dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja, turut berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak dari pengangguran Generasi Z terhadap perekonomian Indonesia secara lebih mendalam, guna merumuskan kebijakan yang efektif dan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini akan mengkaji berbagai aspek dari fenomena tersebut dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan yang ada.
Latar Belakang
Tabel Data Tingkat Pengangguran Generasi Z
Keterangan :
- Tingkat Pengangguran Generasi Z (%): Persentase Generasi Z yang tidak bekerja meskipun mencari pekerjaan.
- Pertumbuhan Ekonomi (%): Persentase perubahan tahunan dalam Produk Domestik Bruto (PDB).
- Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%): Persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi (bekerja atau mencari pekerjaan).
- Pendapatan Per Kapita (USD): Pendapatan rata-rata per orang dalam satu tahun.
- Indeks Pembangunan Manusia: Indikator yang mengukur kualitas hidup dengan mempertimbangkan kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.
Analisis Danpak
- Penurunan Produktivitas Nasional Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan Generasi Z dapat menurunkan produktivitas nasional. Ketika banyak individu dalam usia produktif tidak bekerja, potensi kontribusi mereka terhadap output ekonomi tidak terealisasi. Ini mengakibatkan berkurangnya total output ekonomi yang bisa dicapai oleh negara, memperlambat laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
- Pengurangan Pendapatan Per Kapita Pengangguran yang tinggi berkontribusi pada pengurangan pendapatan per kapita. Dengan lebih sedikit orang yang bekerja dan menghasilkan pendapatan, daya beli masyarakat menurun, yang pada gilirannya berdampak pada konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Ketika pendapatan per kapita rendah, kualitas hidup juga cenderung menurun, yang dapat dilihat dari stagnasi atau penurunan dalam Indeks Pembangunan Manusia.
- Peningkatan Beban Sosial Tingkat pengangguran yang tinggi dapat meningkatkan beban sosial bagi pemerintah. Biaya untuk program kesejahteraan, pelatihan kerja, dan inisiatif pemberdayaan ekonomi meningkat seiring dengan jumlah pengangguran. Beban sosial ini dapat menguras anggaran pemerintah dan mengalihkan dana dari investasi produktif lainnya.
- Hambatan Inovasi dan Teknologi Generasi Z dikenal dengan keterampilan teknologi dan kemampuan adaptasi mereka yang tinggi terhadap perubahan digital. Tingginya tingkat pengangguran di kalangan mereka berarti banyak potensi inovasi dan teknologi yang tidak dimanfaatkan. Ini bisa menghambat perkembangan sektor teknologi dan inovasi di Indonesia, yang penting untuk pertumbuhan ekonomi modern.
- Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment)
- Pengangguran Struktural (Structural Unemployment)
- Pengangguran Musiman (Seasonal Unempoyment)
- Pengangguran Konjungturl/Siklis (Cycle Unempoyment)
Dampak Dari Timbulnya Pengangguran
- Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri Pemerintah dan lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk memastikan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri. Penguatan program magang dan pelatihan kerja yang relevan dapat membantu mengurangi kesenjangan keterampilan antara lulusan dan permintaan pasar tenaga kerja.
- Promosi Kewirausahaan Mendorong kewirausahaan di kalangan Generasi Z bisa menjadi salah satu solusi. Program pelatihan kewirausahaan dan akses ke modal usaha dapat membantu mereka menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri dan orang lain.
- Investasi dalam Sektor Teknologi Pemerintah dan sektor swasta harus berinvestasi lebih banyak dalam sektor teknologi dan inovasi. Menyediakan fasilitas dan lingkungan yang kondusif untuk startup teknologi dapat membantu mengurangi pengangguran dan memanfaatkan potensi Generasi Z dalam mendorong inovasi.
- Kebijakan Proaktif Pasca-Pandemi Mengingat dampak jangka panjang pandemi COVID-19, kebijakan yang proaktif diperlukan untuk memulihkan pasar tenaga kerja. Ini termasuk insentif untuk perusahaan yang mempekerjakan pekerja muda, program reskilling, dan upskilling untuk menyesuaikan keterampilan pekerja dengan kebutuhan pasar kerja yang berubah.









Bagus mas chris
BalasHapusJangan lupa subscribe
Hapus